Pohon Bitti

hutan terapi

Khasiat Pohon Bitti

Disamping mengeluarkan zat aktif yang dikenal sebagai Pytoncide, yang merupakan zat pembantu dalam meningkatkan aktivitas sel pembunuh dalam tubuh (Sel NK), pohon Bitti juga mengandung Flavonoid, dikutip dari penelitian oleh Jayali et al. (2019) menemukan bahwa kandungan fitokimia, termasuk flavonoid dalam ekstrak tersebut, dapat mengurangi kadar kolesterol. Flavonoid dikenal memiliki sifat antioksidan yang kuat, yang berkontribusi pada efek penurunan kolesterol dan mendukung kesehatan jantung.

hutan terapi

Rimba Bitti Pandala Menyediakan

Benih Bitti

Rp 850.000,-/liter

Bibit Bitti

Rp 50.000/pucuk = 1 pucuk

Rp 30.000/pucuk = 2-10 pucuk

Rp 15.000/pucuk = 11-50 pucuk

Rp 10.000/pucuk = Lebih dari 50 pucuk

Pada tahun 2026 mendatang, kami menyediakan 100.000 pucuk bibit yang dapat menjadi pilihan tepat bagi kegiatan penghijauan,penanaman, maupun program lingkungan lainnya. Dengan kualitas bibit yang baik, diharapkan dapat mendukung upaya pelestarian alam serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Manfaat Bitti untuk Reklamasi

Siap untuk Proyek Penghijauan atau Reklamasi Bekas Galian Tambang, Menggunakan Pohon Bitti:

Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi ekosistem yang rusak akibat aktivitas penambangan dengan cara menanam Pohon Bitti (Vitex cofassus). Pohon Bitti dipilih karena memiliki beberapa keunggulan yang cocok untuk proyek reklamasi lahan tambang, antara lain:

    1. Daya Adaptasi yang Tinggi: Pohon Bitti mampu tumbuh di berbagai jenis tanah dan kondisi lingkungan, termasuk tanah yang kurang nutrisi dan rusak akibat penambangan.
    2. Akar yang Kuat dan Dalam: Sistem perakaran Pohon Bitti yang kuat dan dalam membantu mencegah erosi tanah dan meningkatkan stabilitas lahan bekas tambang.
    3. Manfaat Ekonomis dan Sosial: Kayu Pohon Bitti memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga proyek ini juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Cara Menanam Pohon Bitti

Proses Penyamaian:

    1. Jemur benih selama 2 hari.
    2. Setelah 2 hari, rendam benih selama 1 malam.
    3. Setelah direndam, taburkan benih di tempat penyemaian.
    4. Ketika benih sudah tumbuh dengan sekitar 5 daun, pindahkan ke polybag.
    5. Setelah tanaman tumbuh mencapai tinggi sekitar 10-15 cm, pindahkan ke lokasi penanaman yang lebih besar.

Proses Penanaman:

    1. Buat lubang tanam di lahan dengan kedalaman yang sesuai dengan ukuran bibit.
    2. Berikan pupuk organik atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.
    3. Pindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam dengan hati-hati, pastikan akar tidak rusak.
    4. Tutup lubang dengan tanah dan padatkan sedikit untuk menjaga bibit tetap tegak.
    5. Siram tanaman segera setelah penanaman untuk membantu menyesuaikan bibit dengan lingkungan baru.
    6. Pastikan penyiraman dilakukan secara rutin, terutama pada awal pertumbuhan dan saat cuaca kering.

Menggunakan metode penebaran benih:

    1. Lakukan penebaran 2 liter benih secara merata di 1 hektar lahan dengan menggunakan alat penyebar benih atau secara manual. Pastikan benih tersebar dengan baik agar tidak ada area yang terlalu padat atau kosong.
    2. Usahakan untuk menebar benih pada waktu yang tepat, seperti saat cuaca cerah dan lembab.

Perkiraan Hasil:

  • Pengharapan Normal: Dengan tingkat harapan Normal 5%, dari 15.000 benih yang ditebar, diharapkan sekitar 750 pohon Bitti akan tumbuh per hektar.
  • Pengharapan Optimis: Dengan tingkat harapan 10%, diharapkan akan tumbuh sekitar 1500 pohon per hektar.
  • Pengharapan Pesimis: Dengan tingkat harapan 1%, diharapkan akan tumbuh sekitar 150 pohon per hektar.

Keuntungan menggunakan metode ini:

Dengan penebaran benih, tidak diperlukan proses penyemaian dan pemindahan bibit dari polybag karena benih Bitti akan langsung tumbuh di lokasi penebaran.

Manfaat Menanam Pohon Bitti

Di Halaman Rumah:

    Menyejukkan rumah di musim panas:

    Menanam pohon di sekitar rumah dapat membuat rumah terasa sejuk dan teduh secara alami, sehingga dapat mengurangi penggunaan AC hingga 50% per tahun.

    Meredam kebisingan:

    Menanam pohon di area bising dapat membuat rumah lebih tenang karena pohon menyerap suara.

    Membersihkan udara:

    Pohon membersihkan udara dengan menyerap gas polutan dan menangkap partikel kecil pada permukaan daunnya, sehingga berfungsi sebagai penyaring udara alami.

    Meningkatkan fungsi kognitif:

    Penelitian menunjukkan bahwa berada di dekat pepohonan dapat meningkatkan fungsi kognitif, mengurangi stress, meningkatkan energi, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

    Mengurangi genangan air:

    Pohon berperan mengurangi genangan air dengan menahan aliran ke arah rumah dan menyerap air berlebih melalui akar.

Di Halaman Kantor:
    Meningkatkan kualitas udara:

    Pohon membantu menyaring polutan udara seperti karbon dioksida, debu,dan gas beracun lainnya. Dengan menanam pohon di sekitar kantor, udara menjadi lebih bersih dan segar, yang bermanfaat bagi kesehatan karyawan.

    Meningkatkan produktivitas dan kreativitas:

    Lingkungan kantor yang hijau dan asri dapat meningkatkan mood dan kesejahteraan karyawan, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan kreativitas.

    Mengurangi suhu dan kebutuhan pendingin:

    Pohon memberikan keteduhan dan membantu menurunkan suhu di sekitar kantor. Hal ini mengurangi kebutuhan akan pendingin udara, yang dapat menghemat energi dan biaya operasional.

    Mengurangi kebisingan:

    Pohon dapat berfungsi sebagai peredam kebisingan dari lalu lintas atau lingkungan sekitar, menciptakan suasana yang lebih tenang dan nyaman bagi karyawan untuk bekerja.

    Mitigasi perubahan iklim:

    Dengan menyerap karbon dioksida, pohon berkontribusi pada pengurangan gas rumah kaca.

    Pengelolaan air hujan:

    Pohon membantu menyerap air hujan dan mengurangi genangan air, yang dapat mengurangi risiko banjir dan menjaga kebersihan serta keindahan lingkungan kantor.

Di Lingkungan Rumah Sakit:

    Meningkatkan kesehatan mental dan fisik pasien:

    Pohon dan area hijau di lingkungan rumah sakit dapat menciptakan suasana yang tenang dan nyaman, yang membantu mengurangi stres, kecemasan, dan depresi pada pasien.

    Meningkatkan kualitas udara bersih:

    Pohon berfungsi sebagai penyaring polutan di udara seperti debu, asap, dan gas beracun. Dengan menanam pohon di sekitar rumah sakit, kualitas udara akan meningkat, yang sangat penting bagi kesehatan pasien, terutama bagi mereka yang memiliki masalah pernapasan.

    Menyejukkan lingkungan:

    Pohon memberikan keteduhan dan membantu menurunkan suhu di sekitar rumah sakit.

    Meningkatkan kualitas lingkungan:

    Lingkungan yang hijau dan asri di sekitar rumah sakit dapat meningkatkan estetika dan kenyamanan, menciptakan tempat yang lebih menyenangkan bagi pasien, pengunjung, dan staf rumah sakit.

    Mengurangi kebisingan:

    Pohon dapat berfungsi sebagai peredam kebisingan dari lalu lintas atau aktivitas di sekitar rumah sakit, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih tenang dan kondusif.

    Penyediaan habitat untuk satwa:

    Pohon dapat menarik berbagai jenis burung dan serangga, yang menambah keanekaragaman hayati di lingkungan rumah sakit. Kehadiran satwa liar ini dapat memberikan efek terapeutik bagi pasien.

    Pengelolaan air hujan:

    Akar pohon membantu menyerap air hujan dan mengurangi limpahan air, yang dapat mengurangi risiko banjir dan menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit.

Di Lahan yang Belum Dimanfaatkan:

    Pengendalian erosi tanah:

    Akar pohon membantu mengikat tanah, sehingga mencegah erosi akibat angin atau air hujan, yang dapat merusak lahan dan menurunkan kesuburan tanah.

    Peningkatan kualitas udara:

    Pohon menyerap karbon dioksida dari udara dan menghasilkan oksigen. Selain itu, pohon juga dapat menyaring polutan udara, seperti debu dan gas beracun, sehingga meningkatkan kualitas udara.

    Konservasi air dan pengaturan siklus hidrologi:

    Akar pohon membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, yang mengurangi risiko banjir dan menjaga ketersediaan air tanah.

    Penyediaan habitat dan keanekaragaman hayati:

    Hutan dan kawasan yang ditanami pohon mejadi habitat bagi berbagai spesies tumbuhan dan hewan, sehingga dapat meningkatkan keanekaragaman hayati dan menjaga keseimbangan ekosistem.

    Peningkatan kesuburan tanah:

    Daun yang jatuh dari pohon akan terurai menjadi bahan organik dan memperkaya tanah dengan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan tanaman lainnya.

    Manfaat ekonomi:

    Pohon Bitti yang ditanam di lahan yang belum dimanfaatkan dapat menjadi sumber kayu dan hasil hutan lainnya, yang memiliki nilai ekonomi dan dapat mendukung pendapatan masyarakat setempat.

    Mitigasi perubahan iklim:

    Dengan menyerap CO2, pohon berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim, karena membantu mengurangi jumlah gas rumah kaca di atmosfer.

    Pengembangan pariwisata dan rekreasi:

    Lahan yang ditanamani pohon dapat dijadikan kawasan hijau yang mendukung kegiatan rekreasi, seperti hiking, piknik, atau ekowisata, yang juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan.

    Pelestarian budaya dan warisan alam:

    Banyak masyarakat yang memiliki ikatan budaya dengan jenis pohon tertentu seperti Pohon Bitti yang kayunya dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan Kapal Phinisi,sehingga menanam pohon juga dapat melestarikan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal.

    Menjaga fisik dan de facto lahan:

    Selain memberikan oksigen bersih dan menyerap air hujan, pepohonan juga dapat menjadi bukti fisik penguasaan lahan.